Sabtu, 20 Mei 2017

Pentingnya Sosialisasi Keselamatan Sejak Usia Dini



Keselamatan berkendara merupakan hal utama yang harus diperhatikan bagi pengendara baik sepeda motor maupun mobil. Hal utama ini seringkali diabaikan oleh para pengendara karena mungkin banyak dari elemen keselamatan berkendara tersebut adalah hal-hal kecil yang sering terabaikan. Bahkan ada beberapa orang yang mengejek ketika melihat orang mempraktekkan keselamatan berkendara.
Mengapa keselamatan berkendara sangat penting? Karena banyaknya kecelakaan lalu lintas di jalan yang disebabkan oleh pengendara. Seperti pada data kecelakaan kendaraan bermotor yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya, menyatakan sekitar 80-85% dari kecelakaan terjadi karena kelalaian dari para pengendara. Hal itu terjadi karena ketidak disiplinan dalam berkendara, bahkan berakibat juga merugikan orang lain sehingga menimbulkan korban jiwa antar penguna jalan. Sepertinya pemerintah, polisi, LSM maupun media massa telah gencar dalam mengkampanyekan tentang keselamatan berkendara namun pada penerapannya masih sangat banyak ditemukan pengendara mobil maupun motor yang tidak disiplin. Oleh karena itu, kampanye/pendidikan keselamatan berkendara perlu diberikan pada generasi muda sejak usia dini.
       Mengapa perlu adanya edukasi tentang keselamatan berkendara atau keselamatan berkendara sejak usia dini? Pertanyaan seperti ini tidak sedikit orang yang menanyakan. Bahkan mereka berpendapat bahwa anak-anak belum termasuk usia untuk mengendarai kendaraan di jalan, sehingga edukasi tentang keselamatan berkendara belum terlalu penting untuk diberikan. Merekalah nanti kedepannya yang akan menjadi pengguna jalan dan perlu adanya pengenalan terhadap keselamatan berkendara dan etika di jalan raya sejak mereka belum berkendara. Pada usia dini ini pula pembentukan karakter seseorang untuk berdisiplin akan lebih mudah dilakukan daripada ketika seseorang sudah beranjak dewasa dan pengetahuan itu akan lebih mudah membekas pada diri mereka. Dengan hal ini pula diharapkan generasi muda dapat menjadi Agent of Change dalam bertransportasi di masa depan, jika sejak dini telah diberikan edukasi bagaimana bertransportasi yang baik dan benar.
         Pengenalan keselamatan berkendara ini bisa diterapkan oleh pemerintah dengan membuat suatu kurikulum di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada tingkat selanjutnya. Pemerintah dalam hal ini harus berperan aktif untuk membekali generasi muda tentang pentingnya keselamatan berkendara karena pendidikan tentang keselamatan berkendara ini bukan hanya sebagai pendidikan tentang teknik berkendara tetapi lebih kepada life skill education yang akan berguna di kehidupan generasi muda. Selain tips dan resiko ketika berkendara, generasi muda juga perlu dibekali tentang etika dan perilaku yang seharusnya di terapkan ketika berkendara.
Selain dari pemerintah, tentunya peran aktif orang tua sangat di perlukan dalam mendidik anak-anaknya tentang keselamatan berkendara. Orang tua bisa melakukannya dengan memberikan contoh ketika mereka berkendara bersama anak, mulai dari hal kecil seperti, menggunakan helm  ketika berkendara motor, menggunakan safety belt ketika mengendarai mobil dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal ini tentunya akan tertanam dalam memori anak untuk mematuhi rambu lalu lintas dan akan terbawa ketika sang anak beranjak dewasa nantinya.
Semoga dengan pengenalan terhadap keselamatan berkendara sejak dini ini nantinya akan dapat membentuk generasi muda Indonesia yang taat akan hukum dan peraturan lalu lintas serta menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas karena ketidakdisiplinan di jalan raya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar