Lokasinya menempati bekas pergudangan PJKA (SCS) dengan luas areal kurang lebih 6,5 ha dan terletak di Jalan Semeru Nomor 3 Tegal, Jawa Tengah. Hingga saat ini PKTJ memiliki dua lokasi kampus, kampus 1 dengan luas 6.5 hektare berada di Jalan Semeru No.3 Tegal. Sedang kampus 2 di Margadana, Tegal dengan luas 14 hektare, dimana 13,3 hektare tanah merupakan hibah dari Pemerintah Kota Tegal
VISI :
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan sebagai pusat pendidikan unggulan di bidang Keselamatan Transportasi yang handal, profesional dan berdedikasi tinggi, berdasarkan ketaqwaan dan budi pekerti luhur sesuai nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan bangsa.
MISI :
- Menyelenggarakan pendidikan Vokasi di bidang keselamatan transportasi jalan dengan dukungan tenaga kependidikan yang berkualitas, handal dan profesional.
- Penelitian di bidang keselamatan transportasi jalan dalam rangka penguasaan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional di bidang transportasi darat.
- Pengabdian kepada masyarakat dengan memberdayakan dan mengembangkan sarana dan prasarana serta segenap sumber daya lainnya yang selaras dengan Visi Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
- Pelaksanaan tata kelola kelembagaan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan otonomi perguruan tinggi.
- Pembentukan sikap moral, mental dan kesamaptaan peserta didik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul yang bertaqwa, mandiri dan cendikia, yang akan berperan dalam pengembangan kebijakan keselamatan tansportasi jalan.
- Membina kehidupan akademik yang sehat dan membina hubungan kerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk alumni baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
PKTJ memiliki tiga program studi :
1. D IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan
Program studi ini adalah suatu ilmu multi disiplin, dimana didalamnya terdapat ilmu teknik sipil yang terkait dengan perancangan jalan dan jembatan, desain manajemen dan rekayasa lalu lintas. Perbedaannya adalah pada Diploma IV MKTJ ini adalah bukan untuk membuat atau merancang, melainkan untuk kepentingan audit dan inspeksi serta kepentingan investigasi dan mitigasi pada daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Demikian juga terdapat ilmu teknik mesin dan otomotif pada program diploma ini, namun lebih fokus pada karakteristik kendaraan bermotor dan persyaratan teknis dan laik jalannya. Perhatian pada disiplin ini lebih diarahkan pada kemampuan untuk melakukan audit dan inspeksi Sistem Manajemen Keselamatan pada kendaraan bermotor serta untuk kepentingan investigasi pada kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh factor kendaraan bermotor. Dan yang paling spesifik dari disiplin ilmu ini adalah seperti pendidikan keselamatan, desain kampanye keselamatan, human factor, penegakkan hukum transportasi dsb yang merupakan penggabungan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu teknik komunikasi, ilmu faal, ilmu social, ilmu hukum dan ekonomi.
Saat ini kegiatan seperti perancangan, audit, inspeksi, investigasi, analisis dsb yang seharusnya terintegrasi justru dilaksanakan secara parsial tanpa membentuk satu kesatuan. Hal ini dimungkinkan karena sistem transportasi di Indonesia menggunakan pendekatan system orchestra yang membagi-bagi kewenangan, sehingga koordinasi diperlukan untuk keterpaduannya. Namun hal ini sangat sulit tercapai. Melalui program DIV MKTJ ini kendala ini diminimalisir, sebagai contoh seorang Polisi yang tugas dan tanggung jawabnya sebagai investigator kecelakaan lalu lintas, dia akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik karena dia juga memahami tentang desain keselamatan jalan maupun persyaratan teknik dan laik jalan kendaraan bermotor. Atau seorang petugas Bina Marga yang memiliki tugas tanggung jawab baik sebagai desainer, auditor maupun inspector jalan dia akan dapat merancang jalan yang “memahami pengemudi dan kendaraannya” karena dia juga memahami dan mengerti karakteristik kendaraan bermotor dan human factor (keterbatasan pada manusia, karakteristik pada manusia dsb). Inilah yang ingin dicapai dari penyelenggaraan prodi DIV MKTJ ini, seorang figure desainer keselamatan yang memiliki kemampuan dan sikap untuk menciptakan keselamatan transportasi jalan dengan memahami setiap aspek yang berpengaruh dalam keselamatan jalan.
2. D IV Teknik Keselamatan Otomotif
Program studi ini adalah suatu ilmu terapan yang merupakan pengembangan dari disiplin ilmu teknik mesin, teknik elektronika dan teknik otomotif. Saat ini perkembangan dunia otomotif sangat cepat, dengan menggabungkan 4 (empat) disiplin ilmu yaitu ilmu teknik mesin, teknik otomotif, teknik elektronika dan teknik informatika sehingga saat ini kita mengenal beberapa istilah dalam dunia otomotif seperti ototronik yaitu system dalam kendaraan bermotor yang menggabungkan antara prinsip otomotif dengan kecanggihan elektronika. Sistem control dalam kendaraan bermotor tidak lagi secara konvensional namun menggunakan system yang dikenal dengan istilah On Board Diagnostic ( OBD ). Adalagi istilah smart car yaitu system kendaraan bermotor yang menggabungkan antara teknologi otomotif dengan teknologi informatika yang memungkinkan pengguna kendaraan dipandu pada malam hari, atau menghindari tersesat dijalan, atau berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya dalam satu koridor dsb. Kemudian adalagi istilah mobil hybrid yang mengkombinasikan teknik mesin dan teknik elektronika, dimana sebuah mobil dimungkinkan memiliki 2 (dua) macam sumber tenaga, bisa menggunakan motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) atau menggunakan tenaga listrik. Hal ini ditujukan agar konsumsi BBM dapat ditekan serendah mungkinGambaran kemajuan dunia otomotif diatas saat ini mendeskripsikan bahwa saat ini dunia after market otomotif sangat membutuhkan kompetensi yang spesifik yang dapat menguasai ketiga disiplin ilmu yang digabungkan menjadi satu kompetensi.
3. D III Pengujian Kendaraan Bermotor
Tujuan pendidikan Program Studi D III Pengujian Kendaraan Bermotor mengacu pada tujuan pendidikan nasional sesuai dengan Undang-Undang No.20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ber akhlakul kharimah, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan mampu melakukan tugas-tugas di Pemerintahan dan industri secara professional khususnya dibidang pengujian kendaraan bermotor. nik saat ini harus mampu menggunakan engine scanner, menguasai engine management system dsb. Program studi teknik mesin dan pendidikan otomotif jelas tidak mengakomodir kebutuhan ini. Sehingga saat ini hampir semua teknisi dan mekanik bengkel umum dan ATPM secara rutin harus belajar khusus tentang perkembangan teknologi otomotif ini untuk dapat melayani after market otomotif.
Program studi Diploma IV Teknik Keselamatan Otomotif ini didesain untuk dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai dan mampu / menguasai teknologi otomotif terkini yang merupakan gabungan / kombinasi dari berbagai disiplin ilmu tadi, sehingga lulusan program ini akan memenuhi kebutuhan kompetensi dari bengkel-bengkel modern, ATPM maupun aparatur yang bertanggung jawab dalam mengaudit dan menginspeksi bengkel umum/perusahaan angkutan umum.



0 komentar:
Posting Komentar