Kamis, 30 Maret 2017

PKTJ (Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan) Tegal

                

Pertama dikenal sebagai Balai Pendidikan dan Latihan Transportasi Jalan Raya (BALAI DIKLAT TRANSJAYA) Tegal yang didirikan pada tanggal 14 Mei 1971 dan pada tanggal 27 September 1971 dibuka dan diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Bpk. Sumpono Bayuaji. Awal berdirinya lebih dikenal sebagai Pusdik Perhubungan Darat dibawah naungan Lembaga Pendidikan (LEMDIK) Perhubungan Darat di Jakarta. Dengan adanya perubahan struktur organisasi Departemen Perhubungan Nomor : KM.415/U/PHB-1975 nama LEMDIK Perhubungan Darat diubah menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Darat (Pusdiklat Perhubungan Darat). Pusdik Perhubungan Darat di Tegal berubah menjadi Unit Pelaksana Pendidikan dan Latihan Perhubungan Darat dan dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.51/OT/PHB-1978 tanggal 8 Maret 1978 berubah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Transportasi Darat dan Jalan Raya Tegal. Kemudian dengan adanya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.73 Tahun 2002 namanya berubah menjadi Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Tegal, dan terakhir berubah menjadi Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM. 18 Tahun 2016, sampai dengan saat ini.
Lokasinya menempati bekas pergudangan PJKA (SCS) dengan luas areal kurang lebih 6,5 ha dan terletak di Jalan Semeru Nomor 3 Tegal, Jawa Tengah. Hingga saat ini PKTJ memiliki dua lokasi kampus, kampus 1 dengan luas 6.5 hektare berada di Jalan Semeru No.3 Tegal.  Sedang kampus 2 di Margadana, Tegal dengan luas 14 hektare, dimana 13,3 hektare tanah merupakan hibah dari Pemerintah Kota Tegal
VISI :
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan sebagai pusat pendidikan unggulan di bidang Keselamatan Transportasi yang handal, profesional dan berdedikasi tinggi, berdasarkan ketaqwaan dan budi pekerti luhur sesuai nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan bangsa.
MISI :
  1. Menyelenggarakan pendidikan Vokasi di bidang keselamatan transportasi jalan dengan dukungan tenaga kependidikan yang berkualitas, handal dan profesional.
  2. Penelitian di bidang keselamatan transportasi jalan dalam rangka penguasaan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional di bidang transportasi darat.
  3. Pengabdian kepada masyarakat dengan memberdayakan dan mengembangkan sarana dan prasarana serta segenap sumber daya lainnya yang selaras dengan Visi Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
  4. Pelaksanaan tata kelola kelembagaan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan otonomi perguruan tinggi.
  5. Pembentukan sikap moral, mental dan kesamaptaan peserta didik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul yang bertaqwa, mandiri dan cendikia, yang akan berperan dalam pengembangan kebijakan keselamatan tansportasi jalan.
  6. Membina kehidupan akademik yang sehat dan membina hubungan kerjasama dengan      berbagai instansi terkait, termasuk alumni baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
PKTJ memiliki tiga program studi :

1.    D IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan

Program studi ini adalah suatu ilmu multi disiplin, dimana didalamnya terdapat ilmu teknik sipil yang terkait dengan perancangan jalan dan jembatan, desain manajemen dan rekayasa lalu lintas. Perbedaannya adalah pada Diploma IV MKTJ ini adalah bukan untuk membuat atau merancang, melainkan untuk kepentingan audit dan inspeksi serta kepentingan investigasi dan mitigasi pada daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Demikian juga terdapat ilmu teknik mesin dan otomotif pada program diploma ini, namun lebih fokus pada karakteristik kendaraan bermotor dan persyaratan teknis dan laik jalannya. Perhatian pada disiplin ini lebih diarahkan pada kemampuan untuk melakukan audit dan inspeksi Sistem Manajemen Keselamatan pada kendaraan bermotor serta untuk kepentingan investigasi pada kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh factor kendaraan bermotor. Dan yang paling spesifik dari disiplin ilmu ini adalah seperti pendidikan keselamatan, desain kampanye keselamatan, human factor, penegakkan hukum transportasi dsb yang merupakan penggabungan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu teknik komunikasi, ilmu faal, ilmu social, ilmu hukum dan ekonomi.
Saat ini kegiatan seperti perancangan, audit, inspeksi, investigasi, analisis dsb yang seharusnya terintegrasi justru dilaksanakan secara parsial tanpa membentuk satu kesatuan. Hal ini dimungkinkan karena sistem transportasi di Indonesia menggunakan pendekatan system orchestra yang membagi-bagi kewenangan, sehingga koordinasi diperlukan untuk keterpaduannya. Namun hal ini sangat sulit tercapai. Melalui program DIV MKTJ ini kendala ini diminimalisir, sebagai contoh seorang Polisi yang tugas dan tanggung jawabnya sebagai investigator kecelakaan lalu lintas, dia akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik karena dia juga memahami tentang desain keselamatan jalan maupun persyaratan teknik dan laik jalan kendaraan bermotor. Atau seorang petugas Bina Marga yang memiliki tugas tanggung jawab baik sebagai desainer, auditor maupun inspector jalan dia akan dapat merancang jalan yang “memahami pengemudi dan kendaraannya” karena dia juga memahami dan mengerti karakteristik kendaraan bermotor dan human factor (keterbatasan pada manusia, karakteristik pada manusia dsb). Inilah yang ingin dicapai dari penyelenggaraan prodi DIV MKTJ ini, seorang figure desainer keselamatan yang memiliki kemampuan dan sikap untuk menciptakan keselamatan transportasi jalan dengan memahami setiap aspek yang berpengaruh dalam keselamatan jalan.

2.    D IV Teknik Keselamatan Otomotif

Program studi ini adalah suatu ilmu terapan yang merupakan pengembangan dari disiplin ilmu teknik mesin, teknik elektronika dan teknik otomotif. Saat ini perkembangan dunia otomotif sangat cepat, dengan menggabungkan 4 (empat) disiplin ilmu yaitu ilmu teknik mesin, teknik otomotif, teknik elektronika dan teknik informatika sehingga saat ini kita mengenal beberapa istilah dalam dunia otomotif seperti ototronik yaitu system dalam kendaraan bermotor yang menggabungkan antara prinsip otomotif dengan kecanggihan elektronika. Sistem control dalam kendaraan bermotor tidak lagi secara konvensional namun menggunakan system yang dikenal dengan istilah On Board Diagnostic ( OBD ). Adalagi istilah smart car yaitu system kendaraan bermotor yang menggabungkan antara teknologi otomotif dengan teknologi informatika yang memungkinkan pengguna kendaraan dipandu pada malam hari, atau menghindari tersesat dijalan, atau berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya dalam satu koridor dsb. Kemudian adalagi istilah mobil hybrid yang mengkombinasikan teknik mesin dan teknik elektronika, dimana sebuah mobil dimungkinkan memiliki 2 (dua) macam sumber tenaga, bisa menggunakan motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) atau menggunakan tenaga listrik. Hal ini ditujukan agar konsumsi BBM dapat ditekan serendah mungkinGambaran kemajuan dunia otomotif diatas saat ini mendeskripsikan bahwa saat ini dunia after market otomotif sangat membutuhkan kompetensi yang spesifik yang dapat menguasai ketiga disiplin ilmu yang digabungkan menjadi satu kompetensi.

3.    D III Pengujian Kendaraan Bermotor

Tujuan pendidikan Program Studi D III Pengujian Kendaraan Bermotor mengacu pada tujuan pendidikan nasional sesuai dengan Undang-Undang No.20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ber akhlakul kharimah, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan mampu melakukan tugas-tugas di Pemerintahan dan industri secara professional khususnya dibidang pengujian kendaraan bermotor. nik saat ini harus mampu menggunakan engine scanner, menguasai engine management system dsb. Program studi teknik mesin dan pendidikan otomotif jelas tidak mengakomodir kebutuhan ini. Sehingga saat ini hampir semua teknisi dan mekanik bengkel umum dan ATPM secara rutin harus belajar khusus tentang perkembangan teknologi otomotif ini untuk dapat melayani after market otomotif.
Program studi Diploma IV Teknik Keselamatan Otomotif ini didesain untuk dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai dan mampu / menguasai teknologi otomotif terkini yang merupakan gabungan / kombinasi dari berbagai disiplin ilmu tadi, sehingga lulusan program ini akan memenuhi kebutuhan kompetensi dari bengkel-bengkel modern, ATPM maupun aparatur yang bertanggung jawab dalam mengaudit dan menginspeksi bengkel umum/perusahaan angkutan umum.







Share:

Pengantar Komunikasi




Apakah kalian sudah mengetahui pengertian dari komunikasi? Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dengan yang namanya komunikasi. Entah itu berkomunikasi dengan keluarga, teman, ataupun sahabat. Tapi apa sih pengertian dari komunikasi itu sendiri?
Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya :
A.    Pengertian komunikasi

Menurut Arthur Jensen dan Sarah Trenholm, komunikasi adalah suatu proses yang di mana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran. 

Menurut Shanon dan Weaver, komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, baik itu dengan sengaja ataupun yang tidak disengaja. Komunikasi ini tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, namun juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, teknologi dan seni.

Menurut Raymon S Rose, komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol simbol sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman serta penerimaan sebuah pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud bisa dipahami.
Secara umum, pengertian komunikasi merupakan suatu interaksi atau sebuah proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama manusia, melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain dan berusaha untuk mengubah tingkah laku tersebut.
Istilah komunikasi sendiri berasal dari kata komunism yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari kata communico yang berarti membagi.
B.    Tujuan komunikasi

Berikut ini adalah beberapa tujuan berkomunikasi :
1.    Agar yang disampaikan komunikator dapat dipahami oleh komunikan. Supah mudah untuk dipahami oleh komunikan maka komunikator butuh menerangkan pesan utama dengan sejelas mungkin.
2.    Supaya dapat mengerti orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu dapat mengerti individu yang lainnya dengan kemampuan mendengar apa yang dibicarakan oleh orang lain.
3.    Supaya pendapat kita dapat diterima oleh orang lain. Komunikasi serta pendekatan persuasif merupakan langkah yang efektif agar ide kita dapat diterima oleh orang lain.
4.    Menggerakan orang lain untuk melakukan suatu hal. Komunikasi serta pendekatan persuasif dapat membangun kesamaan persepsi dengan orang lain lalu menggerakannya sesuai dengan apa yang kita inginkan.

C.    Jenis - Jenis Komunikasi

Komunikasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu :

1.   Komunikasi Personal

Komunikasi personal adalah komunikasi yang ditujukan kepada satu orang saja atau tunggal.
2.   Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok merupakan komunikasi yang ditujukan kepada kelompok-kelompok tertentu.
3.   Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan media massa.

D.   Unsur - Unsur Komunikasi
Unsur komunikasi menurut para ahli :
Menurut Aristoteles, ada tiga unsur unsur komunikasi yaitu siapa yang berbicara, apa yang akan dibicarakan dan siapa yang akan mendengarnya. Pandangan Aristoteles ini menurut sebagian besar ahli komunikasi ini dinilai lebih tepat untuk mendukung suatu proses komunikasi publik dalam bentuk pidato atau retorika. Hal ini disebabkan karena di zaman Aristoteles retorika menjadi bentuk komunikasi yang sangat populer bagi masyarakat Yunani.

Charles Osgood Gerald Miller dan Melvin L De Fleur menambahkan efek dan umpan balik (feedback) sebagai unsur unsur komunikasi. Umpan balik dan efek sebagai unsur komunikasi ini nantinya lebih banyak dikembangkan pada proses komunikasi antarpribadi (persona) dan komunikasi massa.



 Unsur komunikasi secara umum :

1. Komunikator

Komunikator merupakan pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki inisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau interaksi.
Selain itu komunikator juga berperan memberikan sebuah respon atau tanggapan dan menjawab dari proses komunikasi yang sedang berlangsung, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

2. Pesan atau Informasi

Pesan atau informasi merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator kepada penerima. Pesan bisa berupa sebuah kata-kata, tulisan, gambaran, atau sebuah perantara lainnya. Inti pesan akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi tersebut baik berupa informasi, ilmu pengetahuan, hiburan, nasihat atau propaganda.

3. Sarana Komunikasi atau Channel

Sarana komunikasi atau channel dapat disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam sebuah proses komunikasi.
Media yang dimaksud di sini sebagai alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Contohnya : dalam komunikasi pribadi pancaindera dianggap sebagai media komunikasi.

4. Komunikan, Penerima atau Receiver

Komunikan adalah sebutan bagi orang yang menerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan dapat terdiri dari satu roang atau lebih dan bisa pula dalam bentuk kelompok.
Dalam sebuah proses komunikasi, komunikasi merupakan elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk bisa mengerti pesan yang disampaikan dengan baik dan benar.

5. Umpan Balik atau Feedback

Umpan balik bisa diartikan sebagai jawaban komunikan atas pesan yang diberikan oleh komunikator kepadanya. Sebenarnya umpan balik juga berasal dari unsur lain seperti media dan pesan, meskipun pesan belum sampai pada penerima. Contohnya : sebuah konsep surat yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu mengalami gangguan sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menjadi tanggapan balik yang diterima oleh sumber.

6. Dampak atau Effect

Dampak adalah efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Apabila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan, maka komunikator telah berhasil dengan baik.
Dampak atau effect sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion, ataupun majority opinion. Oleh sebab itu, pengaruh dapat juga diartikan sebagai perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, tindakan dan sikap seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.

7. Lingkungan atau Environment


Faktor lingkungan digolongkan ke dalam empat macam, yaitu lingkungan psikologis, lingkungan sosial budaya, lingkungan fisik dan dimensi waktu.


Pada dasarnya setiap unsur unsur komunikasi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun proses komunikasi. Ketujuh unsur unsur komunikasi saling bergantungan satu sama lainnya, yang berarti bahwa tanpa keikutsertaan salah satu unsur saja akan memberi pengaruh pada jalannya komunikasi.

E.    Faktor yang Harus diperhatikan dalam Proses Komunikasi

Komunikasi yang efektif harus dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan fakta, perencanaan, komunikasi, dan evaluasi. Jadi jika belum melakukan keempat hal ini, maka bisa dikatakan komunikasi yang kamu lakukan belum efektif.

1. Pengumpulan Fakta

Mengumpulkan fakta dan data sebelum seseorang melakukan komunikasi atau interaksi dengan orang lain.

2. Perencanaan

Berdasarkan fakta dan data itu dibuat sebuah rencana atau planning tentang apa yang akan dibicarakan dan bagaimana cara mengemukakaknya.

3. Komunikasi

Setelah melakukan sebuah perencanaan, maka tahapan yang akan dilakukan selanjutnya adalah berkomunikasi.

4. Evaluasi

Penilaian dan analisa diperlukan untuk melihat bagaimana hasil dari komunikasi tersebut.
Demikian pengertian komunikasi, tujuan komunikasi, unsur unsur komunikasi dan sejarah komunikasi. Semoga tulisan dari informasi ahli mengenai pengertian komunikasi, unsur unsur komunikasi dan sejarah komunikasi dapat bermanfaat.


Share: