Rabu, 23 Agustus 2017

10 Kebiasaan Berbahaya Wanita Saat Naik Motor

Kaum perempuan terkenal sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap detail dalam segala hal. Namun kesan tersebut seakan hilang begitu saja ketika mereka mengendarai kendaraan. Kebiasaan-kebiasaan buruk inilah yang dianggap membahayakan, tidak hanya untuk mereka, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya di jalan raya. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk wanita yang membahayakan saat mengendarai sepeda motor:

1. Wanita lebih mementingkan kerapihan penampilan kendaraannya tanpa memperhatikan kondisi kelayakan kendaraannya

2. Wanita cenderung lebih memperhatikan estetika penampilan pakaian dalam berkendara seperti memakai sepatu tumit tinggi (high heels), aksesori berlebihan, selendang/syal, dan membawa tas jinjing yang dapat mempengaruhi keselamatan



3. Memakai jaket secara terbalik (bagian belakang dipakai di depan) yang dianggap lebih efektif menahan terpaan angin dari depan, padahal ini mengganggu kedua tangan ketika bermanuver


4. Memegang kemudi/setang dengan posisi bisep di atas atau memutar gas dengan posisi tangan terbalik (dari bawah)


5. Untuk di sejumlah daerah, pemakaian helm sering tidak sesuai yang diharuskan atau tidak maksimal karena terganggu oleh sanggul rambut dan hijab/kerudung tebal


6. Posisi duduk menyamping saat membonceng atau menjadi penumpang



7. Karena terlalu terbiasa merasa ‘diistimewakan’ dalam kehidupan sehari-harinya, wanita tanpa sadar merasa seolah selalu didahulukan dan aman bahkan di jalan raya. Contoh: belok dengan tiba-tiba, belok tanpa memberi sinyal terlebih dulu, melaju dengan kecepatan di bawah rata-rata kendaraan lain di sekitarnya


8. Jari telunjuk dan tengah dari tangan kanan selalu menempel tuas rem depan

9. Membawa 1 atau lebih dari 2 anak kecil tanpa mengenakan helm


10. Mengoperasikan handphone


Semoga ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita agar berkendara benar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Share:

Sabtu, 20 Mei 2017

Tips & Trik Cara Presentasi Yang Baik & Benar



Presentasi diperlukan untuk menyampaikan sebuah konsep atau tujuan ke para hadirin (audience). Tak heran jika presentasi sering digunakan untuk rapat, mengenalkan sebuah produk, kampanye dan berbagai keperluan lainnya. Kemampuan menyampaikan presentasi yang baik sangat diperlukan dan harus dikuasai bila ingin berjalan sukses. Dengan melakukan presentasi yang baik, maka penonton akan menyimak dan memahami berbagai materi yang disampaikan. Berikut adalah tips serta trik persiapan sebelum presentasi, saat memulai presentasi dan pada saat presentasi.
Persiapan sebelum presentasi
1.      Latihan pernafasan
Saat presentasi, Anda akan dituntut untuk lebih banyak berbicara. Latih pernafasan anda agar tidak kehabisan nafas saat berbicara dalam waktu yang panjang saat presentasi.
2.      Berlatih dengan orang yang anda kenal
Latihan terbukti efektif untuk mengurangi rasa grogi saat presentasi. Setidaknya dengan berlatih terlebih dahulu, Anda tidak lupa mengenai materi yang akan disampaikan nanti. Pasalnya, seseorang bisa lupa dengan apa yang hendak disampaikan di presentasi ketika sedang grogi atau kurang percaya diri.
3.      Latihan kemampuan berbicara dan body language
Latihan ini bertujuan agar Anda tidak gugup saat presentasi. Kemampuan berbicara adalah poin yang teramat penting dalam presentasi. Anda harus memiliki kemampuan bicara agar presentasi menjadi menarik. Bahasa tubuh juga dapat menjadi karakter atau ciri khas Anda dalam menyampaikan presentasi. Kedua hal ini bisa membuat presentasi Anda jadi menarik minat audience.
4.      Persiapkan materi presentasi
Persiapkan materi presentasi yang akan Anda sampaikan, mulai dari catatan kecil hingga slide yang akan ditampilkan di layar.
5.      Kuasai materi presentasi
Anda harus menekan poin-poin penting yang harus dipahami oleh audience. Jika Anda tidak mengenal materi presentasi dengan baik, maka Anda tidak bisa menyampaikannya secara jelas kepada para hadirin.
6.      Adaptasi dengan lingkungan presentasi
Anda harus mempelajari cara menggunakan mikrofon, proyektor, laptop dan alat-alat lain untuk menunjang presentasi Anda. Saat anda sudah mengenal keadaan di sekitar tempat preentasi, maka Anda akan lebih fokus dan percaya diri saat berbicara di hadapan banyak orang.
7.      Cari informasi dari orang lain
Anda harus benar-benar menguasai materi dan trik untuk menyampaikan presentasi Anda. Jadi, jangan ragu untuk bertanya pada senior atau orang lain yang menguasai materi presentasi Anda. Selain itu, Anda juga bisa meminta tips dari orang lain yang pernah membawakan presentasi dengan materi yang sama dengan Anda.
Saat Memulai Presentasi :
1.      Buka presentasi dengan menyampaikan tujuan
Beri gambar pada audience mnegenai tujuan dari presentasi ini. Buat mereka mengerti maksud dari presentasi yang hendak Anda sampaikan.
2.      Buka presentasi dengan memberi pertanyaan di awal presentasi
Pertanyaan ini adalah bentuk komunikasi antara pembicara dengan hadirin. Sebuah pertanyaan sederhana bisa meyakinkan Anda bahwa hadirin menyimak presentasi Anda.
3.      Buka presentasi dengan sebuah cerita
Hal ini agar pendengar presentasi tidak bosan. Cerita ini bisa menjadi simulasi tersirat untuk menjelaskan tujuan dari presentasi Anda.
4.      Buka presentasi dengan memperlibatkan beberapa data
Berikan data yang akurat untuk menunjang maksud dan tujuan dari presentasi yang akan Anda sampaikan.
Saat Presentasi :
1.      Komunikasi dengan audience
Berkomunikasilah untuk memastikan bahwa mereka mendengarkan materi yang Anda sampaikan. Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan audience saat presentasi, seperti memberikan simulasi, memutar tayangan video yang berhubungan dengan materi, hingga melakukan tanya jawab.
2.      Hindari berbicara pada proyektor atau slide
Sebagai pembicara sebaiknya Anda tidak ikut terfokus pada proyektor dan slide. Sesekali Anda boleh melihat proyektor untuk mengingat materi presentasi.
3.      Tunjukkan antusiasme pada isi presentasi
Jika pembicaranya sendiri tidak terlalu antusias dengan isi presentasi tersebut, bagaimana bisa Anda menarik minat dari hadirin? Oleh karena itu, sebaiknya tunjukkan rasa antusiasme Anda pada materi presentasi.
4.      Tegaskan poin-poin dan tujuan dari presentasi
Pada intinya, audience harus memahami setiap poin dan tujuan yang Anda sampaikan di presentasi. Oleh karena itu, beri penjelasan dalam setiap poin untuk mempertegas tujuan dari presentasi tersebut.
5.      Gunakan bahasa yang mudah dimengerti
Audience harus mengerti tentang isi presentasi Anda, jadi gunakan saja bahasa yang sopan, mudah dimengerti dan tidak menggunakan kosakata yang tidak umum.
6.      Jangan terlalu banyak membahas hal yang tidak sesuai topik
Untuk membuat audience tidak bosan dengan presentasi Anda, mungkin Anda akan menyelipkan beberapa pembicaraan ringan di luar topik. Namun jangan sampai Anda membahas terlalu banyak hal yang tidak sesuai topik. Alih-alih terlihat pintar, isi presentasi Anda akan dinilai buruk oleh penonton karena dirasa tidak sesuai dengan topik presentasi.
7.      Lakukan eye-contact dengan penonton
Eye-contact merupakan bagian dari body language yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang percaya diri. Selain itu, eye-contact juga merupakan salah satu bentuk komunikasi antara pihak yang melakukan presentasi dengan penonton.
Share:

Pentingnya Sosialisasi Keselamatan Sejak Usia Dini



Keselamatan berkendara merupakan hal utama yang harus diperhatikan bagi pengendara baik sepeda motor maupun mobil. Hal utama ini seringkali diabaikan oleh para pengendara karena mungkin banyak dari elemen keselamatan berkendara tersebut adalah hal-hal kecil yang sering terabaikan. Bahkan ada beberapa orang yang mengejek ketika melihat orang mempraktekkan keselamatan berkendara.
Mengapa keselamatan berkendara sangat penting? Karena banyaknya kecelakaan lalu lintas di jalan yang disebabkan oleh pengendara. Seperti pada data kecelakaan kendaraan bermotor yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya, menyatakan sekitar 80-85% dari kecelakaan terjadi karena kelalaian dari para pengendara. Hal itu terjadi karena ketidak disiplinan dalam berkendara, bahkan berakibat juga merugikan orang lain sehingga menimbulkan korban jiwa antar penguna jalan. Sepertinya pemerintah, polisi, LSM maupun media massa telah gencar dalam mengkampanyekan tentang keselamatan berkendara namun pada penerapannya masih sangat banyak ditemukan pengendara mobil maupun motor yang tidak disiplin. Oleh karena itu, kampanye/pendidikan keselamatan berkendara perlu diberikan pada generasi muda sejak usia dini.
       Mengapa perlu adanya edukasi tentang keselamatan berkendara atau keselamatan berkendara sejak usia dini? Pertanyaan seperti ini tidak sedikit orang yang menanyakan. Bahkan mereka berpendapat bahwa anak-anak belum termasuk usia untuk mengendarai kendaraan di jalan, sehingga edukasi tentang keselamatan berkendara belum terlalu penting untuk diberikan. Merekalah nanti kedepannya yang akan menjadi pengguna jalan dan perlu adanya pengenalan terhadap keselamatan berkendara dan etika di jalan raya sejak mereka belum berkendara. Pada usia dini ini pula pembentukan karakter seseorang untuk berdisiplin akan lebih mudah dilakukan daripada ketika seseorang sudah beranjak dewasa dan pengetahuan itu akan lebih mudah membekas pada diri mereka. Dengan hal ini pula diharapkan generasi muda dapat menjadi Agent of Change dalam bertransportasi di masa depan, jika sejak dini telah diberikan edukasi bagaimana bertransportasi yang baik dan benar.
         Pengenalan keselamatan berkendara ini bisa diterapkan oleh pemerintah dengan membuat suatu kurikulum di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada tingkat selanjutnya. Pemerintah dalam hal ini harus berperan aktif untuk membekali generasi muda tentang pentingnya keselamatan berkendara karena pendidikan tentang keselamatan berkendara ini bukan hanya sebagai pendidikan tentang teknik berkendara tetapi lebih kepada life skill education yang akan berguna di kehidupan generasi muda. Selain tips dan resiko ketika berkendara, generasi muda juga perlu dibekali tentang etika dan perilaku yang seharusnya di terapkan ketika berkendara.
Selain dari pemerintah, tentunya peran aktif orang tua sangat di perlukan dalam mendidik anak-anaknya tentang keselamatan berkendara. Orang tua bisa melakukannya dengan memberikan contoh ketika mereka berkendara bersama anak, mulai dari hal kecil seperti, menggunakan helm  ketika berkendara motor, menggunakan safety belt ketika mengendarai mobil dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal ini tentunya akan tertanam dalam memori anak untuk mematuhi rambu lalu lintas dan akan terbawa ketika sang anak beranjak dewasa nantinya.
Semoga dengan pengenalan terhadap keselamatan berkendara sejak dini ini nantinya akan dapat membentuk generasi muda Indonesia yang taat akan hukum dan peraturan lalu lintas serta menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas karena ketidakdisiplinan di jalan raya.
Share:

Media Cetak

Media memiliki banyak makna baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. Media merupakan suatu alat yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Media sangat berperan agar kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber informasi utama bagi seluruh dunia. Menurut jenisnya, media dapat digolongkan ke dalam 2 kategori, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak merupakan media yang mengandalkan tulisan atau teks.
Media cetak mempunyai makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas atau kain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan (teks), gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak sejatinya dibuat untuk membantu memfasilitasi terjadinya komunikasi interpersonal. Media ini juga bisa dijadikan sebagai bahan referensi (bahan bacaan) atau mengomunikasikan tentang hal-hal baru dan cara-cara melakukan sesuatu (leaflet, brosur, buklet). Bisa juga mengomunikasikan perhatian dan peringatan serta mengkampanyekan suatu isu (poster) dan menjadi media ekspresi dan karya personal (poster, gambar, kartun, komik). Media cetak juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan pesan tertulis yang mudah diterima.
Fungsi media cetak :
1.      Publishing the news, menerbitkan/menyiarkan berita/informasi
2.      Commeting On the news, memberikan komentar terhadap suatu berita/informasi
3.      Entertaining Readers, menghibur pembaca
4.      Helping Readers, tips untuk pembaca bagaimana cara melakukan sesuatu
5.      Publishing Advertising, menerbitkan/menyiarkan barang dan jasa yang ditawarkan kepada publik

Kelebihan :
1.      Repeatable, yakni dapat dibaca berkali-kali dengan menyimpannya atau mengklipnya
2.    Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti dan faham terhadap isi berita tersebut
3.   Bisa memilih berita mana yang ingin kita baca terlebih dahulu, misal tentang politk, ekonomi, olahraga dan atau yang lainnya
4.      Mudah didapat dengan harga terjangkau

Kekurangan :
1.        Lebih lambat penyampaiannya daripada media-media yang lain
2.   Hanya terbatas pada tulisan atau teks saja meskipun beberapa didukung oleh foto atau gambar,  sehingga pembaca harus memahami sendiri berita tersebut karena memang keterbatasan visual
3.  Untuk biaya produksi media cetak tergolong mahal, karena media cetak harus dicetak dan  distribusikan sebelum dapat dinikmati masyarakat

Jenis media cetak :


1.      Buku teks pembelajaran
    Buku teks adalah buku pelajaran yang disusun oleh para ahli atau pakar dalam bidangnya untuk menunjang program pengajaran yang telah digariskan oleh pemerintah. Penyusunan buku ini di sesuaikan dengan urutan dan ruang lingkup tiap bidang studi tertentu.





2.      Majalah
    Majalah adalah jenis media yag terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan. Tulisan – tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan, namun oleh suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik  tulisan yang sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Bukan hanya terdapat tulisan, di dalam majalah juga ada gambar-gambar yang bertujuan sebagai ilustrasi dari tulisan dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah menjadi cantik dan menarik.




3.      Leaflet atau Brosur
    Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak di jahit agar terlihat menarik, biasanya leaflet di desain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, serta mudah dipahami.




4.      Pamflet
     Pamflet yaitu sajian bentuk grafis dari kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang dan mengikuti informasi atau himbuan yang dituliskan. Pamflet merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok.




5.      Foto / gambar
     Foto / gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto / gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki criteria sebagai berikut :
    a.      Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi / data, sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti.
     b.     Gambar bermakna dan dapat dimengerti, sehingga si pembaca gambar benar – benar mengerti, tidak salah pengertian.
     c.      Lengkap, rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran, bahannya diambil dari sumber yang benar.


6.      Puzzle
    Puzzle disini dalam bentuk gambar yang berisi edukasi. Dunia anak masih kental dengan suasana permainan. Dengan puzzle, seorang anak selain bermain juga dapat sambil belajar.




7.      Koran
     Koran adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri – ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual mengenai apa saja dan di mana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca.


Share:

Kamis, 11 Mei 2017

Penerapan Komunikasi Publik (Media Brosur)



Perkembangan jaman membawa perubahan besar terhadap pola kehidupan masyrakat Indonesia. Tingkat pertumbuhan penduduk yang cepat dan terus bertambah, kebutuhan masyarakat yang juga meningkat, diiringi dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih membawa implikasi semakin ramainya transportasi di jalan. Kepadatan lalu lintas di jalan tentu saja memerlukan pengaturan yang tepat sehingga bermanfaat bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas. Disamping itu juga disiplin masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas harus pula dijaga. Keteguhan para penegak hukum dalam hal ini polisi lalu lintas harus senantiasa ditingkatkan agar polisi tidak mudah terjebak oleh masyarakat yang selalu saja menggoda polisi untuk tidak patuh terhadap aturan hukum yang berlaku.
Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis yang berfungsi mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas. Marka jalan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2014. Marka jalan meliputi :
1.       Marka Garis Melintang
adalah tanda yang tegak lurus terhadap sumbu jalan, seperti pada garis henti di Zebra cross atau di persimpangan 
2.       Marka Garis Membujur
adalah tanda yang sejajar dengan sumbu jalan. Marka membujur yang dihubungkan dengan garis melintang yang dipergunakan untuk membatasi ruang parkir  pada jalur lalu lintas kendaraan, tidak dianggap sebagai marka jalan membujur
3.       Marka Serong
adalah tanda yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian marka membujur atau marka melintang, untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan
4.       Marka Lambang
adalah tanda yang mengandung arti tertentu untuk menyatakan peringatan, perintah dan larangan untuk melengkapi atau menegaskan maksud yang telah disampaikan oleh rambu lalu lintas  atau tanda lalu lintas lainnya
5.       Marka Lainnya
adalah marka lain-lain yang tidak termasuk dalam keempat jenis marka di atas seperti yellow box
Pada tugas media komunikasi kali ini saya beserta kelompok saya ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat umum tentang penggunaan yellow box agar masyarakat bisa lebih memahami fungsi serta peranannya. Alasan memilih yellow box karena tidak banyak masyarakat yang mengerti bahkan memahami tentang arti dan fungsi yellow box. Tidak jarang dari ketidak tahuan ini menyebabkan banyak terjadinya pelanggaran pada marka yellow box. Pihak yang berwajib juga belum menerapkan sanksi bagi pelanggarnya karena mereka berfikir masyarakat melanggar karena kurangnya pemahaman terhadap fungsi yellow box.
Cara penyampaian dengan sosialisasi menggunakan media brosur, yaitu suatu alat publikasi resmi dari perusahaan yang berbentuk cetakan, yang berisi berbagai informasi mengenai suatu produk, layanan, program dan sebagainya, yang dimana ditujukan kepada pasar sasaran atau sasaran tertentu. Pada brosur kami menampilkan pengertian, fungsi, letak, aturan penggunaan serta sanksi apabila melakukan pelanggaran. Item tersebut merupakan dasar pengenalan untuk sosialisasi. Penggunaan warna kuning pada brosur selain agar sesuai dengan temanya yaitu Yellow Box, warna kuning juga mudah menarik perhatian bagi sasaran sosialisasi. Tak lupa kami juga memberikan identitas instansi yang menerbitkan yaitu PKTJ (Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan).


Gambar 1. Brosur Tampak Depan


Gambar 2. Brosur Tampak Belakang

Dari segi isi Yellow Box Junction adalah marka jalan berbentuk bujur sangkar ataupun persegi panjang berwarna kuning yang tergambar di atas aspal. YBJ ini merupakan bentuk perwujudan dari marka jalan dengan cat kuning yang sengaja digunakan agar terlihat jelas. Yellow Box Junction (YBJ) biasa ditempatkan pada persimpangan yang padat akan kendaraan atau lokasi akses jalan keluar masuk kendaraan menuju instalasi gawat darurat, pemadam kebakaran, penanggulangan huru-hara, search and rescue dan ambulance. YBJ merupakan marka jalan yang bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas di jalur dan berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain yang tidak padat. Larangan ini berlaku dalam kondisi apa pun. Dengan kata lain YBJ sebagai area steril dari kendaraan, dimana bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas di salah satu jalur. Dengan adanya YBJ ini diharapkan kepadatan arus lalu lintas di persimpangan tidak stuck atau terkunci.
Di persimpangan biasanya banyak pengguna kendaraan bermotor yang tetap menerobos lampu (traffic light) merah, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Adanya YBJ walaupun lampu traffic light sudah hijau pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan di tilang, ini sama saja melanggar marka jalan. Sebagaimana dijelaskan dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya ialah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000.
YBJ ini akan terasa manfaatnnya jika para pengendara memahami dengan benar aturan dan fungsi dari YBJ tersebut. Aparat hukum atau polisi harus dengan tegas menegakkan hukum secara tepat apabila ada pengendara yang melanggar. YBJ dapat berfungsi secara maksimal jika pengguna jalan raya memiliki kesadaran akan hal penting ini. Mematuhi peraturan lalu linats adalah kewajiban bagi setiap pengguna jalan raya. Kesadaran tersebut merupakan kunci utama untuk menciptakan ketertiban, kelancaran dan keamanan lalu lintas di jalan raya. Mari mulai dengan diri sendiri dan ajak juga orang-orang di sekelilingmu untuk mencintai tertib lalu lintas.



Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org


Share:

Senin, 08 Mei 2017

Laporan Sosialisasi Keselamatan Berkendara Di SMA Negeri 5 Kota Tegal


LAPORAN
Sosialisasi Keselamatan Berkendara di SMAN 5 Kota Tegal

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Media Komunikasi Publik
Dosen Pengampu                : Tri Susila Hidayati, M.Si
Asisten Dosen                    : Pipin Widyasari, MM








Disusun oleh :
MKTJ-B Angkatan V

Prodi D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi
Jalan
Politeknik Keselamatan transprtasi Jalan
Tegal

2017





BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang harus segera ditindaklanjuti. Indonesia merupakan salah  satu  negara dengan  tingkat kecelakaan lalu lintas cukup tinggi di dunia.  Menurut Ditjen Perhubungan Darat, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian  nomer 3 di Indonesia setelah penyakit serangan jantung dan stroke. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  meramalkan bahwa tahun 2030 kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh manusia ke-5 di dunia (Media Indonesia 2011). Kecelakaan lalu lintas sendiri, ironisnya melibatkan pelajar yang artinya adalah faktor psikologis pelajar saat ini kurang baik dalam mengendarai kendaraan maupun mentaati peraturan lalu lintas. Bahkan rata-rata dari mereka belum memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi).
Kota Tegal merupakasan salah satu kota besar di provinsi Jawa Tengah.  Kecelakaan lalu lintas di daerah ini cukup tinggi yang dikarenakan di kota ini dilewati jalan pantura. Jalan Pantura sendiri merupakan jalan antar kota yang menghubungkan Kota Tegal dengan Kota Brebes. Jalan antarkota adalah jalan yang menghubungkan simpul-simpul jasa distribusi (Direktorat Bina Marga, 1997). Oleh karena itu volume lalu lintas di jalan tersebut  tinggi. Jenis jalan Pantura  yang ditinjau dari fungsi merupakan jalan Arteri Primer dimana Jalan tersebut  melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien, (Direktorat Bina Marga, 1997).  Sebagai jalan arteri primer yang seharusnya jumlah jalan masuknya dibatasi, namun pada kenyataannya di jalan  ini jumlah jalan masuk tidak dibatasi, sehingga dapat diprediksikan banyak terdapat potensi kecelakaan.
SMA Negeri 5 Kota Tegal terletak di dekat jalan Pantura Kota Tegal yang merupakan salah satu sekolah menengah  Atas favorit di Kota Tegal, sehingga jumlah siswanya cukup tinggi. Disamping itu karakteristik pengendara usia muda lebih cenderung emosinoal serta pengalaman berkendaranya masih minim. Situasi seperti itu berdampak pada tidak terjaminnya keselamatan perjalanan siswa ke sekolah. Dalam upaya menekan angka kecelakaan  lalu lintas khususnya keselamatan siswa sekolah untuk itu perlu dilakukan suatu sosialisasi akan pentingnya keselamatan berkendara. Aksi keselamatan berkendara yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukannya sosialisasi yang diberikan kepada pelajar SMAN 5 Kota Tegal dengan tujuan untuk menanamkan  nilai pentingnya keselamatan berlalulintas sebagai solusi mencegah kecelakaan lalu lintas sejak dini. Yang harapanya nanti bisa memberikan pemahaman mendasar terhadap pentingnya tertib lalu lintas bagi siswa SMAN 5 Kota Tegal dan mereka pun mampu menularkannya kepada masyarakat sekitar.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan  latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka rumusan masalanya adalah bagaimana Peranan Sosialisasi Keselamatan Berkendara dalam meningkatkan ketertiban pengemudi sepeda motor dikalangan pelajar di SMAN 5 Kota Tegal?
C.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk menanamkan perilaku keselamatan berkendara bagi pelajar di SMAN 5 Kota Tegal.

D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk :
1.    Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya keselamatan berkendara bagi siswa SMAN 5 Kota Tegal.
2.    Sebagai pelatihan maupun pengaplikasian mata kuliah Media Komunikasi Publik yang dilakukan Taruna PKTJ dalam hal penyampaian proses komunikasi kepada khalayak.

  





BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Sosialisasi
1.    Definisi Sosialisasi
Menurut Edward A. Ross (1969) berpendapat bahwa Sosialisasi adalah pertumbuhan perasaan kita, dan perasaan ini akan menimbulkan tindakan segolongan. Dikatakan, banyak macam perasaan ini ditimbulkan, dan tipis tebalnya perasaan ini tergantung pada macam golongan yang mendatangkan pengaruh itu. Sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan oleh seseorang (individu) untuk berbuat atau bertingkah laku berdasarkan patokan yang terdapat dan diakui dalam masyarakat. Dalam proses belajar atau penyesuaian diri itu seseorang kemudian mengadopsi kebiasaan, sikap, dan ide-ide dari orang lain, kemudian seseorang mempercayai dan mengakui sebagai milik pribadinya.
Jika sosialisasi dipandang dari sudut masyarakat, maka sosialisasi dimaksudkan sebagai usaha memasukkan nilai-nilai kebudayaan terhadap individu sehingga individu tersebut menjadi bagian dari masyarakat. Menurut pendapat Soejono Dirdjosisworo (1985), bahwa sosialisasi mengandung tiga pengertian, yaitu :
a.       Proses Sosialisasi adalah proses belajar, yaitu suatu proses akomodasi dengan mana individu menahan, mengubah impuis-impuis dalam dirinya dan mengambil alih cara hidup atau kebudayaan masyarakatnya.
b.      Dalam proses Sosialisasi itu individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai dan tingkah laku, dan ukuran kepatuhan tingkah laku di dalam masyarakat di mana ia hidup.
c.       Semua sifat dan kecakapan yang dipelajari dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan system dalam diri pribadinya.
Sosialisasi dapat terjadi secara langsung bertatap muka dalam pergaulan sehari-hari, dapat juga terjadi secara tidak langsung. Seperti melalui telepon, surat atau melalui media massa. Sosialisasi dapat berlangsung lancar dan biasanya dengan sedikit saja kesadaran bahwa seseoarang sedang disosialisasikan atau sengaja mensosialisasikan diri terhadap kebiasaan kelompok masyarakat tertentu. Dapat juga terjadi secara paksa, kasar, dan kejam karena adanya kepentingan tertentu, misalnya segolongan atau sekelompok tertentu memaksakan kehendaknya terhadap individu agar ia bergabung dan mengikuti kebiasaannya.
2.    Media Sosialisasi
Fuller dan Jacobs (1973 : 168-208) mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama : Keluarga, kelompok bermain, sekolah/system pendidikan, dan media massa. Secara rinci, beberapa media sosialisasi yang utama adalah :
a.       Keluaga
Keluarga merupakan institusi yang paling penting pengaruhnya terhadap proses sosialisasi manusia. Hal ini dimungkinkan karena berbagai kondisi yang dimiliki oleh keluarga. Pertama, keluarga merupakan kelompok primer yang selalu tatap muka di antara anggotanya, sehingga dapat selalu mengikuti perkembangan anggota-anggotanya. Kedua, orang tua mempunyai kondisi yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, sehingga menimbulkan hubungan emosional yang mana hubungan ini sangat diperlukan dalam proses sosialisasi anak.
b.      Kelompok Bermain
Kelompok bermain merupakan agen sosialisasi yang berpengaruh besar dalam membentuk pola-pola perilaku seseorang. Di dalam kelompok bermain, anak mempelajari berbagai kemampuan baru yang acapkali berbeda dengan apa yang mereka pelajari dari keluarganya. Di dalam kelompok bermain individu mempelajari norma nilai, cultural, peran dan semua persyaratan lainnya yang dibutuhkan individu untuk memungkinkan partisipasinya yang efekif di dalam
kelompok permainannya. Singkatnya, kelompok bermain ikut menentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompoknya.
c.       Sekolah
Sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga. Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru dikemudian hari. Berbeda dengan sosialisasi keluarga yang mana anak masih dapat mengharap bantuan dari orang tua dan seringkali memperoleh perlakuan khusus. Di sekolah anak dituntut untuk bias bersikap mandiri dan senantiasa memperoleh perlakuan yang tidak berbeda dari teman-temannya. Di sekolah Reward akan diberikan kepada anak yang terbukti mampu bersaing dan menunjukkan prestasi akademik yang baik.
d.      Lingkungan Kerja
Setelah seorang individu melewati masa kanak-kanak dan masa remaja, kemudian meninggalkan dunia kolompok permainannya, kemudian meninggalkan dunia kelompok permainannya, individu memasuki dunia baru, yaitu di dalam lingkungan kerja. Pada umumnya individu yang ada didalamnya sudah memasuki masa hamper dewasa bahkan sebagai besar adalah mereka sudah dewasa, maka sistem nilai dan norma lebih jelas dan tegas. Di dalam lingkungan kerja inilah individu saling berinteraksi dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalamnya. Seseorang yang bekerja di lingkungan birokrasi biasanya akan memiliki gaya hidup dan perilaku yang berbeda dengan orang lain yang bekerja di perusahaan swasta.
e.       Media Massa
Dalam kehidupan masyarakat modern, komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting terutama untuk menerima dan menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Akibat pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam waktu yang sangat singkat, informasi-informasi tentang peristiwa-peristiwa, pesan, pendapat, berita, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya dengan mudah diterima oleh masyarakat, sehingga media massa yaitu surat kabar, TV, radio, majalah dan lainnya. Mempunyai peranan penting dalam proses transpormasi nilai-nilai dan norma-norma baru kepada masyarakat. Di samping itu, media massa juga mentranformasikan symbol-simbol atau lambing tertentu dalam suatu konteks emosional.

B.     Lalu Lintas
Transportasi didefenisikan sebagai suatu proses pergerakan atau pemindahan orang dan atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan mempergunakan suatu system tertentu untuk maksud atau tujuan tertentu. Alat perpindahan yang dipergunakan dapat berbeda misalnya jalan kaki, angkutan darat, laut dan udara ataupun kombinasi dari alat-alat tersebut (Khisty dan Lall, 2006).
Pelanggaran lalulintas ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh undang-undang, seperti tidak memakai helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendara, dan sebagainya. Pelanggaran lalu lintas tertentu atau tilang yang sering biasanya adalah pelanggaran terhadap Pasal 54 mengenai kelengkapan surat kendaraan SIM dan STNK serta Pasal 59 mengenai muatan berlebihan truk angkutan kemudian pelanggaran Pasal 61 seperti salah memasuki jalur lintas kendaraan.
Kecelakaan lalulintas merupakan suatu peristiwa dimana terjadinya tubrukan/ benturan kendaraan bergerak di jalan yang menyebabkan manusia atau hewan terluka bahkan bisa saja sampai meninggal. Di dalam definisi ini tidak disinggung ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Untuk menjamin lancarnya kegiatan transportasi dan menghindari terjadinya kecelakaan diperlukan suatu pola transportasi yang sesuai dengan perkem-bangan dari barang dan jasa. Setiap komponen perlu diarahkan pada pola transportasi yang aman, nyaman dan hemat. Beberapa kendala yang harus mendapat perhatian demi tercapainya transportasi yang diinginkan adalah tercampurnya penggunaan jalan dan tata guna lahan disekitarnya (mixed used) sehingga menciptakan adanya lalulintas campuran (mixed traffic). Faktor mixed used dan mixed traffic tersebut dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kecelakaan lalulintas.
Desain geometrik yang tidak memenuhi syarat (di jalan yang sudah ada) sangat potensial menimbulkan terjadinya kecelakaan, seperti tikungan yang terlalu tajam, kondisi lapis perkerasan jalan yang tidak memenuhi syarat, rusaknya kondisi jalan, dan sebagainya yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalulintas. Pelanggaran persyaratan teknis/operasi maupun pelanggaran peraturan lalulintas yang dilakukan oleh pengemudi dapat juga menimbulkan kecelakaan lalulintas. Penempatan serta pengaturan kontrol lalulintas yang kurang tepat dan terkesan minim seperti, rambu lalulintas, marka jalan, pengatur arah dapat juga menimbulkan masalah kecelakaan lalulintas. Berdasarkan hal-hal diatas faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan dapat dibagi atas 4 faktor, yaitu faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan, faktor lingkungan.


                                                                          



BAB III
METODE SOSIALISASI
A.    Tahap Sosialisasi
            Pelaksanaan sosialisasi keselamatan berkendara memiliki tahapan kegiatan. Adapun penjabaran tahapan kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut :
1.        Tahap persiapan
Tahap persiapan meliputi kegiatan pengumpulan data, informasi sebagai bahan materi yang akan disampaikan serta yang relevan dengan tema sosialisasi. Selain itu dilakukan penyiapan merchandise yang akan diberikan kepada siswa.
2.      Tahap pelaksanaan  merupakan serangkaian kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara yang dilaksanakan di SMAN 5 Kota Tegal. Serangkaian  kegiatan tersebut yaitu pelaksanaan pre-test, sosialisasi, Smart Safety Award, pelaksanaan post-test.



B.  Waktu dan Tempat Sosialisasi
1.      Waktu Sosialisas
a.    Hari                      : Kamis,
b.    Tanggal                : 20 April 2017
c.    Pukul                    : 08.00-09.00 WIB
2.    Lokasi Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan di SMAN 5 Kota Tegal

C.  Perlengkapan Sosialisasi
Perlengkapan yang diperlukan antara lain sebagai berikut :
1.    Materi sosialisasi
2.    Marchandise stiker keselamatan berkendara

D.  Materi Sosialisasi
Tema sosialisasi yang dilakukan di SMAN 5 Kota Tegal adalah tentang Keselamatan Berkendara, sehingga materi yang diberikan harus relevan dengan tema tersebut. Materi yang relevan antara lain adalah sebagai berikut :
1.    Pentingnya keselamatan berkendara dengan memberikan contoh kasus kecelakaan.
2.    Fakta-fakta kecelakaan di Indonesia.
3.    Faktor penyebab kecelakaan.
4.    Pentingnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) berikut syarat maupun cara memperolehnya.







BAB IV
PEMBAHASAN

Kegiatan sosialisasi dengan tema keselamatn berkendara yang dilakukan oleh Taruna PKTJ terhadap pelajar SMAN 5 Kota Tegal telah dilaksanakan dengan teknik komunikasi diantaranya dengan melakukan serangkaian kegiatan yang terjadwal secara umum. Materi yang diberikan secara umum  adalah mensosialisasikan keselamatan berkendara dengan  menyisipkan foto dan video kecelakaan maut yang disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas.
Kegiatan sosialisasi ini dimulai pukul 08.00 WIB. Pada awal sosialisasi pererta digali akan pemahamannya tentang keselamatan berkendara sebagai pre-test pemahaman peserta sebelum memasuki materi sosialisasi, pada saat siswa menjawab pre-test yang diberikan mereka menjawab pertanyaan berdasarkan pengetahuan mereka sendiri, oleh karena itu jawaban yang diberikan pun masih belum begitu sempurna. Setelah itu diberikan materi pendahuluan tentang pentingnya keselamatan berkendara dengan menyajikan foto maupun video kecelakaan. Dalam hal ini disajikan dua video dimana satu video merupakan kecelakaan yang terjadi di sirkuit motor balap dan video yang lain merupakan video yang terjadi di jalan raya. Disini peserta sosialisasi diharapkan mampu menganalisis perbedaan dan kesamaan dari kedua video tersebut yang keduanya sama-sama berpotensi terjadi kecelakaan. Kemudian ditunjukkan mengenai fakta-fakta mengenai kecelakaan di Indonesia, faktor yang terlibat dalam kecelakaan dan menunjukkan fakta bahwa faktor utama terjadinya kecelakaan ialah berasal dari manusia yaitu pengguna jalan. Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dari faktor pengguna jalan dalam sosialisasi ini ditanamkan kepada para peserta bahwa pengguna jalan dalam hal ini pengguna sepeda motor hendaknya ialah mereka yang berkompeten dalam berkendara yang dibutikan dengan kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) sehingga ditujukkan pula apa saja syarat dan bagaimana cara mendapatkan SIM tersebut kepada para peserta sosialisasi yang nantinya dapat memberikan pemahaman dasar akan pentinya keselamatan dalam berkendara kepada para pelajar. Setelah diberikan pemahaman akan pentingnya keselamatan berkendara peserta sosialisasi digali kembali pemahaman mereka dengan diberi pertanyaan yang berkaitan dengan tema sosialisasi yang diberikan sebagai post-test, saat siswa diberi pertanyaan untuk post-test jawaban yang diberikan lebih berbobot dibandingkan jawaban saat pre-test karena pengetahuan mereka menjadi lebih bertambah dan dalam hal ini berarti taruna berhasil dalam penyampaian materi sosialisasi keselamatan berkendara. Selain hal-hal tersebut pun ketika mereka berani dan dapat menjawab pertanyaan yang diberikan mereka diberi reward berupa stiker keselamatan berkendara sebagai smart safety award yang harapannya mereka tetap bisa mengingat dan mengaplikasikan materi yang diberikan dalam kehidupannya.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Taruna PKTJ ini juga merupakan pengaplikasian mata kuliah Media Komunikasi Publik dimana taruna dituntut untuk menyampaikan informasi terkait kepada peserta sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan sebagai proses belajar yang dilakukan oleh seseorang (individu) untuk berbuat atau bertingkah laku berdasarkan patokan yang terdapat dan diakui dalam masyarakat. Dalam proses belajar atau penyesuaian diri itu seseorang kemudian mengadopsi kebiasaan, sikap, dan ide-ide dari orang lain, kemudian seseorang mempercayai dan mengakui sebagai milik pribadinya. Media sosialisasi yang dilakukan melalui lingkup sekolah karena sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga dan sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru dikemudian hari. Sehingga diharapkan dari sosialisasi ini taruna dapat menanamkan petingnya keselamatan berkenadara kepada peserta sosialisasi yaitu siwa SMAN 5 Kota Tegal yang notabennya pula lokasi sekolah mereka berada di lokasi dengan potensi kecelakaan yang tinggi yaitu jalan pantura.







BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan :
Berdasarkan hasil kegiatan Sosialisasi Keselamatn Berkendara yang dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.      Program Sosialisasi dengan tema Keselamatan Berkendara ini mampu meningkatkan pemahaman siswa SMAN 5 Kota Tegal akan pentingnya keselamatn berkendara.
2.      Dari peningkatan pemahaman siswa SMAN 5 Kota Tegal dapat diartikan pula bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Taruna PKTJ dalam hal ini proses penyampaian materi kepada peserta sosialisasi dapat dikatakan berhasil.
B.  Saran
1.      Pihak sekolah sebaiknya melaksanakan metode penyampaian sosialisasi/pendidikan seperti yang dilakukan oleh Taruna PKTJ dalam mendukung, mendorong kegiatan pendidikan tertib lalu lintas untuk keselamatan berkendara.
2.      Sosialisasi seperti ini hendaknya sering dilakukan sebagai pemberian informasi maupun juga sebagai media untuk mengasah kemampuan Taruna PKTJ dalam hal komunikasi publik.







DAFTAR PUSTAKA


Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan jalan

Sendy. Pengertian Pelanggaran Lalu Lintas dalam (http://www.anakunhas.com/2011/12/pengertian-pelanggaran-lalu-lintas.html, Diakses Tanggal 3 Maret 2017, Pukul 20.15 WIB.

Viandany Zulfian Muslim, dkk. 2013. Studi Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan Raya (Studi Kasus Ruas Jalan Arteri Kota Bitun). Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.2. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil. Universitas Sam Ratulangi.
                                                                                   
Yusliansyah, Peranan Sosialisasi Berlalu Lintas Dalam Meningkatkan Kemampuan  Pengemudi Sepeda Montor Di Kalangan Pelajar Di Samarinda, 2014, eJournal Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 1, 2014: 401 – 418.







LAMPIRAN





Share: